Date:13 December, 2019

Tutorial Cara Mendaftar dan Deploy Virtual Private Server (VPS) Di UpCloud

UpCloud adalah salah satu penyedia layanan server berbasis Cloud asal Finlandia namun sudah memiliki DataCenter dibeberapa wilayah, salah satunya asia (singapore).

Buat kamu berencana migrasi dari shared hosting atau penyedia VPS lain ke VPS UpCloud namun masih bingung bagaimana cara deploy VPS di UpCloud, disini saya akan coba sedikit menjelaskan tutorialnya.

Registrasi dan dapatkan $25!

Sebelum melangkah lebih jauh pastikan kamu sudah memiliki akun di UpCloud, jika belum silahkan registrasi terlebih dahulu melalui halaman Sign Up. Gunakan kode promo C77U9Z pada saat registrasi agar kamu mendapatkan saldo sejumlah $25 setelah melakukan top-up sebesar $10.

Tampilan antarmuka website UpCloud.com

Pilih lokasi sesuai kebutuhan

UpCloud menyediakan datacenter diberbagai lokasi seperti US, UK, Germany, dan Singapore. Pilih lokasi sesuai dengan target pengunjung kamu, jika kamu menargetkan pengunjung dari negara Indonesia maka saya sarankan ambil lokasi di Singapore.

Pilihan lokasi DataCenter yang tersedia UpCloud, disini saya menggunakan DataCenter Singapore

Pilih paket sesuai kebutuhan

Berbagai paket mulai dari harga $5 hingga $640 perbulan tersedia di UpCloud, semakin mahal paket yang kamu sewa akan semakin besar spesifikasi server tersebut. Untuk website baru atau blog personal saya rasa paket dengan harga $5 sudah cukup.

Pilihan paket yang tersedia di UpCloud, untuk contoh disini saya memilih paket $5 perbulan

Sesuaikan tempat penyimpanan yang dibutuhkan

Secara default UpCloud sudah menyertakan tempat penyimpanan pada masing-masing paket yang tersedia. Jika kamu membutuhkan kapasitas yang lebih besar, kamu bisa menambahkan hingga 3 perangkat tempat penyimpanan dan masing-masing maksimal berkapasitas hingga 2TB.

Disini saya biarkan default, dimana storage saya berkapasitas 25GB sesuai dengan paket yang diambil

Pilih Sistem Operasi

Setelah mengatur hardware, sekarang kamu perlu memilih sistem operasi yang akan digunakan pada server baru kamu. UpCloud menyediakan berbagai macam sistem operasi seperti Ubuntu, Debian, Core OS, CentOS, bahkan Windows (untuk sistem operasi Windows akan dikenakan biaya tambahan perbulan untuk lisensi).

Pilihan Sistem Operasi yang tersedia di UpCloud, disini saya menggunakan CentOS versi 7.5

Optional

Pada bagian ini kamu bisa mengaktifkan atau menonaktifkan IPv6, memilih metode login, mengatur zona waktu dan lain sebagainya. Untuk yang masih awam biarkan saja default.

Untuk contoh disini, pada bagian Optional saya biarkan default

Berikan nama untuk server baru kamu

Kamu dapan memberikan nama dan deskripsi setiap server yang akan dibuat, ini berfungsi ntuk mempermudah mengatur setiap server yang kamu miliki di UpCloud. Saya sarankan gunakan format FQDN (Fully Qualified Domain Name) pada hostname karena beberapa control panel seperti Kloxo-MR baru bisa diinstall jika hostname kamu berformat FQDN (contoh: server.eroox.id).

server.eroox.id adalah contoh hostname berformat FQDN

Server baru kamu sudah siap digunakan!

Setelah selesai mengkonfigurasi server kamu, silahkan periksa detailnya sekali lagi. Jika kamu rasa sudah benar klik tombol deploy pada bagian bawah halaman dan tunggu beberapa saat hingga server baru kamu siap digunakan. Untuk detail login (ip dan password) akan dikirim melalui email.

Selamat, Server baru kamu sudah siap digunakan

Bagaimana, cukup mudahkan? Semoga artikel Tutorial Cara Mendaftar dan Deploy Virtual Private Server (VPS) Di UpCloud ini bisa bermanfaat bagi kamu yang sedang ingin mencoba menggunakan VPS dari UpCloud.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *